🌙 Tongkat Hati – Jalan Bagi Sang Pencari

9:02 PM Shamsul 0 Comments


 


🌙 Tongkat Hati – Jalan Bagi Sang Pencari

SubhanAllah! Kadang, hidup terasa seperti jalan panjang yang berliku, tempat kita tersandung, tersesat, lalu — dengan rahmat Allah Yang Maha Pengasih — kita terbangun. Aku telah menapaki jalan ini, dan aku bagikan kata-kata ini untuk mereka yang masih mencari, yang merasa tersesat, atau yang merindukan kedamaian.

Aku pernah hilang, dan kini aku ditemukan. Seperti sebuah nyanyian yang dulu terngiang di telingaku, kini kebenarannya terasa bergetar dalam diriku. Tidur panjang dalam kejahilan telah terangkat, dan hati pun dibersihkan dari debu dunia. Yang tersisa adalah rasa kebebasan — keadaan yang dalam tradisi kita dikenal sebagai fanā’, meleburkan diri dalam Cinta Allah.

Namun hidup adalah hidup. Kita kembali lagi pada “memotong kayu dan menimba air.” Tetap saja, ketika hati dipoles dengan dzikir, setiap langkah, setiap napas, setiap pekerjaan menjadi ibadah.


🌿 Doa untuk Keteguhan

Dalam perjalanan ini, aku diberikan sebuah doa — sederhana, seperti tongkat Musa, namun cukup kuat untuk dijadikan sandaran:

اللّهُمَّ أَثْبِتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ، وَقَوِّمْ خُطُواتِي فِي سَبِيلِكَ، وَاكْفِنِي بِكَ عَنْ غَيْرِكَ

Allahumma atsbit qalbi ‘alā dīnik, wa qawwim khuṭuwātī fī sabīlik, wa’kfinī bika ‘an ghayrik.

“Ya Allah, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu, luruskan langkahku di jalan-Mu, dan cukupkanlah aku dengan-Mu di atas segala sesuatu selain-Mu.”

Doa ini bisa dibawa laksana tongkat jiwa. Bisikkanlah ketika jalan terasa terjal, ketika malam terasa panjang, atau bahkan ketika hidup terasa biasa saja.


🌌 Bernafas dengan Doa

Agar doa ini meresap dalam hati, cobalah dzikir sederhana dengan pernapasan:

  • Tarik napas: Allahumma atsbit qalbi ‘alā dīnik

  • Hembuskan napas: wa qawwim khuṭuwātī fī sabīlik

  • Hening sejenak: wa’kfinī bika ‘an ghayrik

Biarkan kata-kata ini bernafas melalui dirimu hingga ketenangan kembali.


🌙 Wird Kecil untuk Kehidupan Sehari-hari

Sebuah siklus dzikir singkat yang bisa diamalkan:

  • Astaghfirullah – 33 kali
    “Aku memohon ampun kepada Allah.”

  • La ilaha illallah – 33 kali
    “Tiada Tuhan selain Allah.”

  • Doa Tongkat – 7 kali
    (doa di atas)

  • Alhamdulillah – 3 kali
    “Segala puji bagi Allah.”

Cukup untuk membersihkan, menenangkan, dan menguatkan hati — lentera bagi sang pencari, tali bagi pendaki, tongkat bagi musafir.


🌺 Penutup

Aku selamanya bersyukur kepada jiwa-jiwa agung yang telah berjalan sebelum kita, yang membawa lentera mereka tinggi-tinggi, dan yang kebijaksanaannya kini menerangi jalan kita. Semoga kita melangkah rendah hati, setapak demi setapak, tanpa pernah melepaskan tongkat di tangan kita — yaitu dzikir kepada Allah.

Dan semoga kita semua, yang hilang atau masih mengembara, suatu hari menemukan diri kita di Pintu-pintu Kedamaian.

Alhamdulillah.

0 comments: